Kamis, 03 Desember 2015

Menulis untuk Belajar

BAB II
PEMBHASAN
A.    Menulis untuk Belajar
1.      Konsep dasar Menulis
Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca langsung lambang- lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu ( Lado,1964).  Menulis merupakan kemampuan menggunakan pola-pola bahasa secara tertulis untuk mengungkapkan suatu gagasan atau pesan,Rusyana ( 1998:191).  Menulis adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat di pahami pembaca (tarigan,1986:21). Menulis adalah suatu proses menyusun, mencatat, dan megkomunikasikan makna dalam tataran ganda bersifat interaktif dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan suatu sistem tanda konvesional yang dapat dilihat/dibaca (Tatkala,1982).
2.      Tujuan menulis
Beberapa tujuan menulis adalah:
a.     Untuk memeberikan suatu informasi.
b.    Untuk meyakinkan atau mendesak
c.     Untuk menghibur atau menyenangkan
d.    Untuk mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat
Hugo Hartig dalam tarigan (1986: 24-25) merumuskan tujuan menulis:
a.    Tujuan penugasan, sebenarnya tidak memilki tujuan karena orang yang menulis melakukan nya karena tugas yang diberikan kepadanya
b.    Tujuan altruistik, penulis bertujuan untuk menyenangkan pembaca, menghindarkan kedudukan pembaca, ingin menolong pembaca memahami,menghargai perasaan dan penalaranya, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu
c.    Tujuan persuasif bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan
d.   Tujuan informasional penulis bertujuan memberi informasi atau keterangan kepada para pembaca.
e.    Tujuan pernyataan diri penulis bertujuan memperkenalkan atau menyatakan dirinya kepada pembaca
f.     Tujuan kreatif penulis bertujuan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik,nilai-nilai kesenian 
g.    Tujuan pemecahan masalah penulis bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi 

3.      Fungsi menulis
Fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung. Dengan menulis memudahkan kita mersakan dan menikmati hubungan–hubungan,memperdalam daya tanggap atau persepsi kita ,memecahkam masalah-masalah yang kita hadapi,menyusun urutan bagi pengalaman, dapat menyumbangkan kecerdasan.
Bernard Percy secara rinci fungsi menulis adalah:
a.    Sarana untuk mengungkapkan diri yaitu untuk mengungkapkan perasaan hati seperti kegelisahan,keinginan amarah
b.    Menulis sebagai sarana pemahaman artinya dengan menulis seseorang bisa mengikat kuat suatu ilmu pengetahuan ( menancapkan pemahaman ) kedalam otaknya
c.    Menulis dapat membantu mengembangkan kepuasan pribadi,kebanggaan,perasaan harga diri artinya dengan menulis bisa melejitkan perasaan harga diri yang semula rendah degan menulis dapat meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan artinya orang yang menulis selalu dituntut untuk terus menerus belajar sehinnga pengetahuannya menjadi luas
d.   Menulis dapat meningkatkan keterlibatan secara bersemangat bukannya penerimaan yang pasrah,artinya dengan menulis seseorang akan menjadi poeka terhadap apa yang tidak benar disekitarnya sehinnga ia menjadi seoarang yang kreatif
e.    Menulis mampu mengembangkan suatu pemahaman dan kemampuan menggunakan bahasa artinya dengan menulis seseorang akan selalu berusaha memilih bentuk bahasa yang tepat dan menggunakannya dengan tepat pula
4.      Teori menulis
Teori menulis yang berkembang saat ini adalah menulis model proses. Dengan model ini menulis dilakukan dengan pentahapan – pentahapan:
a.    Pra menulis (prewriting) : siswa memilih topik,siswa mengumpulkan dan menyesuaikan ide-ide,siswa mengidentifikasi pembacanya,siswa mengidentifikasi tujuan menulis siswa memilih bentuk yang sesuai berdasarkan pembaca dan tujuan menulis,dengan aktifitas pengarang persiapan menulis cerita,menggambar,membaca,memikirkan tulisan, menyusun gagasan dan mengembangkan rencana
b.   Pengedrafan ( drafting ):siswa menulis draf kasar, siswa siswa menulis pokok-pokok yang menarik pembaca,siswa lebih menekankan isi dari pada mekanik,dengan aktifitas pengarang merangkaikan gagasan dalam sebuah tulisan tanpa memperhatikan kerapian atau mekanik
c.    Merevisi (revising ):siswa membagi tulisanya kepada kelompok,siswa mendiskusikan tulisanya kepada temannya,siswa membuat perbaikan sesuai komentar teman dan gurunya,siswa membuat perubahan subtantif dan bukan sekedar perubahan minor antara draf pertama dan kedua .setelah mendapat saran –saran dari orang lain pengarang dapat membuat beberapa perubahan dan perubahan itu dapat melibatkan orang lain 
d.   Mengedit (editing ): siswa mebaca ulang tulisanya,siswa membantu baca ulang tulisan temannnya,siswa mengidentifikasi kesalahan mekanisme dan membetulkannya. 
e.    Mempublikasikan (publishing):siswamempublikasikantulisnanya dalam bentuk yang sesuai,siswa membagi tulisanya yang sudah selesai kepada teman sekelasnya
5.      Jenis dan Tingkatan menulis
a.      Jenis tulisan 
Ragam tulisan dapat didasarkan pada isi tulisan, isi tulisan mempengaruhi jenis informasi, pengorganisasian dan tata sajian tulisan. Berdasarkan ragam tersebut tata tulisan dibedakan menjadi empat : deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi (Syafi’ie,1990: 151).sedangkan menurut Keraf(1989: 6) ragam tulisan didasarkan pada tujuan umum, berdasarkan hal tersebut menulis dapat dibedakan menjadi lima:
1)        Deskripsi (perian)
Kata deskripsi berasal dari bahasa latin describere yang berarti menggambarkan atau memerikan sesuatuhal. Dari segi istilah,deskrpsi adalah suatu bentuk karangan yanng melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga pembaca dapat mencitrai (melihat,mendengar,mencim dan merasakan)apa yang dilikiskan itu sesuai dengan citra penulisannya.
2)        Eksposisi (paparan)
Eksposisi berasal dari kata exposition yang berarti membuka.dapat pula diartikan sebagai tulisan yang bertujuan untuk memberitahu ,mengupas,menguraikan, atau menerangkan sesuatu.
3)        Argumentasi(bahasan)
Yang dimaksud dengan tulisan argumentasi adalah karangan yang terdiri atas paparan alasan dan penyintesisan pendapat untuk membangun suatu kesimpulan.Karangan ini ditulis dengan maksud untuk memberikan alasan, memperkuat atau menolak sesuatu pendapat, pendirian , gagasan.
4)        Narasi (kisahan)
Narasi atau naratif adalah tulisan berbentuk karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa atau kejadian menurut urutan terjadinya (kronologis) dengan maksud memberi makna kepada sebuah atau rentetan kejadian sehingga pembaca dapat memetik hikmah dari cerita itu.
5)        Persuasi 
Tulisan yang bermaksud mempengaruhi orang lain dalam persuasi selain logika perasaan juga memegang peranan penting.
b.      Tingkatan menulis 
Ada lima tingkatan menulis yaitu:
1)        Timbulnya pemahaman baca tulis(emergent literacy),anak mulai menyadari adanya kegiatan baca tulis,anak mulai menyenangi jika ada orang melakukan baca tulis.semula anak hanya memandangi tapi lama kelamaan ia akan mencoba menirukan .Anak mulai memegang pensil,kemudian mencoret –coret pada kertas atau media lain.Tulisan yang dihasilkan pada tahap ini memang belum bermakna,tetapi pada diri anak sudah timbul rasa menyenangi kegiatan tersebut>Supaya tahap ini dapat timbul pada diri anak maka diharapkan sebelum memulai melatih menulis anak dikenalkan pada berbagai bahan bacaan ataupun tulisan yang dapat memberikan gambaran awal pada proses penulisan
2)        Menulis permulaan (beginning writing).Kegiatan ini biasa disebut dengan hand writing, yaitu cara merealisasikan simbol- simbol bunyi dan cara menulisnya dengan baik.Tingkatan ini terkait dengan strategi atau cara mewujudkan simbol-simbol bunyi bahasa menjadi huruf- huruf yang dapat dikenali secara konkret.
3)        Pembinaan kelancaran menulis (building fluency).pada tahap ini symbol-simbol bunyi bahasa misalnya huruf-huruf yang telah dikenali secara konkret mulai dihubung-hubungkan lebih lanjut menjadi kesatuan yang lebih besar dan memiliki makna
4)        Menulis untuk kesenangan dan belajar (writing for pleasure /reading to learn),sudah timbul kesenangan pada diri anak akan perlunya menulis,pada tahap ini anak melakukan kegiatan menulis dengan tujuan –tujuan tertentu yang disengaja misalnya mencatat pelajaran,mencatat kegiatan dibuku harian,menulis surat untuk teman dan sebagainya.Pada tingkatan ini anak sudah dapat menikmati kegiatan menulisnya 
5)        Menulis matang ( mature writing) pada tahap ini anak sudah mampu menuangkan dan mengekspresikan pikiran dan perasaannya melalui tulisan dengan baik ia telah mampu memilih kata dengan tepat,menyusun kalimat dengan runtut,dan mengembangkan paragraf dengan baik,tahap inilah yang memberikan kebebasan berekspresi pada anak untuk menghasilkan tulisan – tulisan kreatif yang sangat mencengangkan hasilnya
Dari kelima tingkatan menulis tersebut secara sederhana biasanya dikelompokan menjadi tingkatan yaitu menulis permulaan dan menulis lanjut.
1)        Tujuan menulis permulaan adalah agar siswa dapat menulis kata-kata dan kalimat sederhana dengan tepat. Pada menulis permulaan siswa diharapkan untuk dapat memproduksi tulisan dapat dimulai dengan tulisan eja.  Contoh tulisan e,d,f,k,j,dan dapat berupa suku kata seperti su-ka,ma-ta,ha-rus, lu-kaserta dalam bentuk kalimat sederhana.Seperti halnya membaca permulaan, menulis permulaan juga dapat menggunakan metode-metode seperti metode abjad, metode suku kata, metode global dan metode SAS. Menulis permulaan (dengan huruf kecil) di kelas 1SD tujuannya siswa memahami cara menulis permulaan dengan ejaan yang benar dan mengkomunikasikan ide/pesan secara tertulis,materi pelajaran menulis permulaan dikelas 1SD disajikan secara bertahap dengan menggunakan pendekatan huruf,suku kata,kata-kata atau kalimat. Menulis permulaan (dengan huruf besar pada awal kalimat) di kelas II tujuannya siswa memahami cara menulis permulaan dengan ejaan yang benar dan mengkomunikasikan ide /pesan secara tertulis,untuk memperkenalkan cara menulis huruf besar di kelas II SD mempergunakan pendekatan spiral maksudnya huruf demi huruf diperkenalkan secara berangsur-angsur sampai pada akhirnya semua huruf dikuasai oleh para siswa.
2)        Tujuan menulis lanjut adalah agar siswa mampu menuangkan pikiran dan perasaannya dengan bahasa tulis secara teratur dan teliti.Yang membedakan menulis permulaan dengan menulis lanjut adalah adanya kemampuan untuk mengembangkan skema yang ada yang telah diperoleh sebelumnya untuk lebih mengembangkan hal-hal yang akan ditulis.

6.      Pemetaan Materi Menulis
Berdasarkan jenjang kelas di SD pembelajaran menulis dibedakan menjadi 2 ( dua ) yaitu :
a.      Pembelajaran menulis permulaan
Kegiatan ini biasa disebut dengan hand writing, yaitu cara merealisasikan simbol- simbol bunyi dan cara menulisnya dengan baik dan benar. Tingkatan ini terkait dengan strategi atau cara mewujudkan simbol-simbol bunyi bahasa menjadi huruf- huruf yang dapat dikenali secara konkret.
Tujuan menulis permulaan adalah agar siswa dapat menulis kata-kata dan kalimat sederhana dengan tepat. Pada menulis permulaan siswa diharapkan untuk dapat memproduksi tulisan dapat dimulai dengan tulisan eja. Contoh tulisan e,d,f,k,j dan dapat berupa suku kata seperti su-ka, ma-ta, ha-rus, lu-ka serta dalam bentuk kalimat sederhana. Seperti halnya membaca permulaan, menulis permulaan juga dapat menggunakan metode-metode seperti metode abjad, metode suku kata, metode global dan metode SAS. Pembelajaran permulaan ini terjadi pada kelas rendah yaitu kelas I dan kelas II.
Ruang lingkup pembelajaran menulis di kelas rendah antara lain sebagai berikut :
1)   Kelas I ( satu )
Menulis permulaan di kelas I ini menggunakan huruf-huruf kecil, tujuannya siswa dapat memahami cara menulis permulaan dengan ejaan yang benar dan mengkomunikasikan ide/pesan secara tertulis, materi pelajaran menulis permulaan dikelas I SD disajikan secara bertahap dengan menggunakan pendekatan huruf, suku kata, kata-kata atau kalimat.
2)   Kelas II ( dua )
Menulis permulaan di kelas II ini menggunakan huruf – huruf besar pada pada awal kalimat dan penggunaan tanda baca, tujuannya siswa memahami cara menulis permulaan dengan ejaan yang benar dan mengkomunikasikan ide/pesan secara tertulis, untuk memperkenalkan cara menulis huruf besar di kelas II SD mempergunakan pendekatan spiral maksudnya huruf demi huruf diperkenalkan secara berangsur-angsur sampai pada akhirnya semua huruf dikuasai oleh para siswa.
b.      Pembelajaran menulis lanjutan ( pemahaman )
Pembelajaran menulis ini terdapat dikelas III, IV, V, VI. Tujuan menulis lanjut adalah agar siswa mampu menuangkan pikiran dan perasaannya dengan bahasa tulis secara teratur dan teliti. Yang membedakan menulis permulaan dengan menulis lanjut adalah adanya kemampuan untuk mengembangkan skema yang ada yang telah diperoleh sebelumnya untuk lebih mengembangkan hal-hal yang akan ditulis.
Teknik dan Model Pembelajaran Menulis Cerita berdasarkan butir-butir pembelajaran menulis di kelas tinggi (kelas 3-6) SD terdapat ragam teknik pembelajaran menulis. Teknik pembelajaran menulis dikelompokkan menjadi dua, yakni menulis cerita dan menulis untuk keperluan sehari-hari :
a)      Menulis cerita
Menulis cerita Teknik ini terdiri atas 6 macam, yaitu:
1)        Menyusun kalimat.
Teknik menyusun cerita dapat dilakukan dengan: menjawab pertanyaan, melengkapi kalimat memperbaiki susunan kalimat, memperluas kalimat, subtitusi, transfomtasi dan membuat kalimat.
2)        Teknik memperkenalkan cerita Meliputi : baca dan tulis, simak dan tulis
3)        Meniru model
4)        Menyusun paragaf
5)        Menceritakan kembali
6)        Membuat.
b)      Menulis untuk keperluan sehari-hari
Menulis untuk keperluan sehari-hari meliputi ragam menulis: menulis surat, menulis pengumuman, mengisi formulir, menulis surat undangan, membuat iklan, dan menyusun daftar riwayat hidup. Model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD meliputi: menceritakan gambar, melanjutkan cerita lain, menceritakan mimpi, menceritakan pengalaman, dan menceritakan cita-cita
B.     Membuat Garis besar dan Memetakan
Penggunaan pengorganisasi awal merupakan suatu alat pengajaran yang direkomendasikan oleh Ausubel, untuk mengkaitkan bahan-bahan pelajaran baru dengan pengetahuan awal. Pepengetahuan awal menurut ausubel adalah menggarisbawahi ide-ide utama dalam suatu situasi pembelajaran yang baru dan mengkaitkan ide-ide baru tersebut dengan pengetahuan yang telah ada pada pembelajar.
Pemetaan konsep menurut martin, merupakan inovasi baru yang penting untuk membantu anak menghasilkan pembelajaran yang bermakna dalam kelas. Peta konsep menyediakan bantuan visual konkret untuk membantu mengorganisasikan informasi sebelum informasi tersebut di pelajari.
1.    Pengertian Konsep dan Peta Konselor
Konsep merupakan kondisi utama yang diperlukan untuk menguasai kemahiran diskriminasi dan proses kognitif fundamental sebelumnya berdasarkan kesamaan ciri-ciiri dari sekumpulan stimulus dan obyek-obyeknya. Carrol mendefinisikan konsep sebagai suatu abstraksi dari serangkaian pengalaman yang didefinisikan sebagai suatu kelompok objek atau kejadian.
Adapun yang dimaksud peta konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsep-konsep lain pada kategori yang sama. Agar pemahaman terhadap peta konsep lebih jelas maka Dahar mengemukakan ciri-ciri peta konsep sebagai berikut:
a)   Peta konsep atau pemetaan konsep adalah suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu bidang studi, apakah itu fisika, kimia, bioligi, atau matematika.
b)   Suatu peta konsep merupakan gambar dua dimensi dari suatu bidang studi, atau suatu bagian dari bidang studi. Ciri inilah yang dapat memperlihatkan hubungan-hubungan proporsional antara konsep-konsep.
c)    Tidak semua konsep memiliki bobot yang sama. Ini berarti ada konsep yang lebih inklusif daripada konsep-konsep yang lain.
d)   Bila dua atau lebih konsep digambarkan dibawah suatu konsep yang lebih inklusif, terbentuklah suatu hirarki pada peta konsep tersebut.
Berdasarkan ciri tersebut diatas maka sebaiknya peta konsep disusun secara hirarki, artinya konsep yang lebih inklusif diletakkan pada puncak peta, makin kebawah konsep-konsep diurutkan menjadi konsep yang kurang inklusif.
2.        Cara Membuat Peta Konsep
Pembuatan peta konsep menurut Arends memberikan langkah-langkah sebagai berikut:
a)      Mengidentifikasi ide pokok atau prinsip yang melingkupi sejumlah konsep. Contoh ekosistem.
b)     Mengidentifikasi ide-ide atau konsep sekunder yang menunjang ide utama.
c)      Tempatkan ide utama di tengah atau puncak peta tersebut
d)     Kelompokkan ide-ide sekunder di sekeliling ide utama yang secara visual menunjukkan ide-ide tersebut dengan ide utama.
Berdasarkan pendapat di atas dapatlah dikemukakan langkah-langkah dalam pembuatan peta konsep sebagai berikut :
a)      Memilih suatu bahan bacaan
b)      Menentukan konsep yang relevan
c)      Mengurutkan konsep-konsep dari yang inklusif ke yang kurang inklusif
d)     Menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan
3.    Macam-macam Peta Konsep
a)    Pohon jaringan (network tree )
Ide-ide pokok dibuat dalam persegi empat sedangkan beberapa kata yang lain dituliskan pada garis – garis penghubung. Garis – garis itu pada peta konsep menunjukkan hubungan antaara ide – ide itu. Kata – kata yang ditulis pada garis memberikan hubungan antara konsep-konsep.
b)   Rantai kejadian (events chain )
Nur mengemukakan bahwa peta konsep rantai kejadian dapat digunakan untuk memberikan suatu urutan kejadian,langkah – langkah dalam suatu prosedur atau tahap-tahap dalam suatu proses.
c)    Peta konsep siklus (cycle concept map )
Dalam peta konsep siklus rangkaian kejadian tidak menghasilkan suatu hasil final. Kejadian terakhir pada rantai itu menghubungkan kembali ke kejadian awal. Karena tidak ada hasil dan kejadian terakhir itu menghubungkan kembali ke kejadian awal. Siklus itu berulang dengan sendirinya.
d)   Peta konsep laba-laba (spider concept map )
Dapat digunakan untuk curah pendapat. Melakukan curah pendapat ide-ide berangkat dari suatu ide sentral sehingga dapat memperoleh ide yang bercampur aduk.
4.        Peta Konsep Sebagai Alat Evaluasi
Peta konsep sebagai alat evaluasi didasarkan atas tiga prinsip yaitu:
a)        Struktur kognitif diatur secara hirarkis dengan konsep-konsep dan proposisi yang lebih inklusif,lebih umum,superordinat terhadap konsep-konsep dan proposisi yang kurang inklusif dan lebih khusus
b)       Konsep-konsep dalam struktur kognitif mengalami diferensiasi progesif
c)        Prinsip penyesuaian integratif menyatakan bahwa belajar bermakna akan meningkat bila siswa menyadari akan perlunya kaitan-kaitan baru antara segmen-segmen konsep atau proposisi.
Karena peta konsep bertujuan untuk memperjelas pemahaman suatu bacaan ,sehingga dapat dipakai sebagai alat evaluasi dengan cara meminta siswa untuk membaca peta konsep dan menjelaskan hubungan antara konsep satu dengan konsep lain dalam satu peta konsep.
C.    Metode PQ4R
1.    Pengertian
Pada dasarnya strategi pembelajaran PQ4R berasal dari Strategi elaborasi, dimana strategi elaborasi adalah proses penambahan perincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna, oleh karena itu membuat pengkodean lebih mudah dan lebih memberikan kepastian. Strategi ini membantu pemindahan informasi baru dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang, melalui penciptaan gabungan dan hubungan antara informasi baru dan apa yang telah diketahui.
Strategi PQ4R merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi. Strategi ini digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka belajar, dan dapat membantu proses belajar rnengajar di kelas yang dilaksanakan dengan kegiatan membaca buku. Kegiatan membaca buku bertujuan untuk mempelajari sampai tuntas bab demi bab suatu buku pelajaran. Oleh karena itu keterampilan pokok pertama yang harus dikembangkan dan dikuasai oleh para siswa adalah membaca buku pelajaran dan bacaan tambahan lainnya.
Adapun PQ4R adalah merupakan singkatan dari kata Preview, maksudnya membaca selintas dengan cepat, Question, maksudnya menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks, Read, maksudnya membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun, Reflect, maksudnya memahami informasi yang dipresentasikan, Recite, maksudnya menghafal atau mengingat kembali setiap jawaban yang telah ditemukan, Review , maksudnya meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang tersusun pada langkah kedua dan ketiga.
2.    Langkah-Langkah Strategi PQ4R
Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi PQ4R adalah sebagai berikut :
a)      Preview
Langkah ini dimaksudkan agar siswa, membaca selintas bahan bacaan untuk menemukan ide pokok yang menjadi inti pembahasan dalam bahan bacaan siswa. Dengan ide pokok ini akan memudahkan mereka memberi keseluruhan ide yang ada. Selain itu menandai bagian-bagian tertentu yang akan dijadikan sebagai bahan pertanyaan untuk mempermudah proses penyusunan daftar pertanyaan pada langkah selanjutnya.
b)      Question
Langkah kedua adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri yang ada pada bahan bacaan siswa. Pertanyaan tersebut disusun secara jelas, singkat dan relecan dengan bagian-bagian teks yang telah ditandai pada langkah pertama. Pengalaman ini telah menunjukkan bahwa apabila seseoran gmembaca untuk menjawab sejumlah pertanyaan, maka akan membuat dia membaca lebih hati-hati serta seksama serta akan dapat membantu mengingat apa yang di baca dengan baik.
c)      Read
Membaca secara aktif dalam rangka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun. Dalam hal ini membaca secara aktif juga berarti membaca yang difokuskan kepada paragraf-paragraf yang diperkirakan mengandung jawaban-jawaban yang diperkirakan relevan dengan pertanyaan tadi.
d)     Reflect
Selama membaca, siswa tidak hanya cukup mengingat atau menghafal, tetapi juga memahami informasi yang dibaca, yaitu dengan cara menghubungkan informasi itu dengan hal-hal yang telah diketahui, mengaitkan subtopik-subtopik di dalam teks dengan konsep atau pikiran utama, memecahkan kontradiksi di dalam informasi yang disajikan dan menggunakan materi itu untuk memecahkan masalah-masalah yang disimulasikan dan dianjurkan dari materi pelajaran tersebut.

e)      Recite
Siswa diminta untuk merenungkan (mengingat) kembali informasi yang telah dipelajari dengan menyebutkan lagi jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah tersusun.
f)       Review
Langkah terakhir ini siswa diminta untuk membaca kembali catatan yang telah dibuatnya, mengulang kembali seluruh isi bacaan bila perlu dan sekali lagi meninjau ulang seluruh pertanyaan dan jawaban secara singkat.
3.    Penerapan Strategi PQ4R
Langkah-langkah
Tingkah Laku Guru
Aktifivitas Siswa
Langkah 1
Preview
a.  Memberikasn bahan bacaab kepada siswa untuk di baca
b.  Menginformasikan kepada siswa bagaimana ide pokok/tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
Membaca selintas dengan tepat untuk menemukan ide pokok / tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
Lamgkah 2
Question
a.   Menginformasikan kepada siswa agar memnperhatikan makna dari bacaan
b.  Memberikan tugas kepada siswa untuk membuat pertanyaan dari ide pokok yang ditemukan dengan menggunakan kata-kata apa, mengapa, siapa, dan bagaimana
a.  Memperhatikan penjelasan guru

b.  Menjawab pertanyaan yang telah dibuatnya
Langkah 3
Read
Memberikan tugas kepada siswa untuk membaca dan menanggapi / menjawab pertanyaan yang telah di susun sebelumnya
Membaca secara  Aktif memberikan tanggapan terhadap apa yang telah di baca dan menjawab pertanyaan yang di buatnya
Langkah 4
Reflect
Mensimulasikan/menginformasikan materi yang ada pada bahan bacaan
Bukan hanya sekedar menghafal dan mngingat materi pelajaran tapi mencoba memecahkan masalah dari informasi yang diberikan oleh guru dengan pengetahuan yang telah di ketahui melalui bahan bacaan
Langkah 5
Recite
Meminta siswa membuat intisari dari seluruh pembahasan pelajaran yang dipelajari hari ini
a.  Menanyakan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan
b. Melihat catatan-catatan/intisari yang telah dibuat sebelumnya
c. Membuat intisari dari seluruh pembahasan
Langkah 6
Review
a.       Menugaskan siswa membaca inti sari yang dibuatnya dari rincian ide pokok yang ada dalam benaknya
b.      Meminta siswa membaca kembali bahan bacaan, jika masih belum yakin dengan jawabannya
a.  Membaca intisari yang telah dibuatnya


b.  Membaca kembali bahan bacaan siswa jika masih belum yakin akan jawaban yang telah dibuatnya.

4.    Kelebihan dan Kekurangan Strategi PQ4R
Sampai sejauh ini tidak ada satu pun strategi yang dianggap paling baik, karena baik tidaknya model atau strategi yang digunakan tergantung kepada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
Berikut ini adalah keunggulan-keunggulan strategi PQ4R yaitu:
a)    Cocok untuk kelas besar dan kecil.
b)   Dapat digunakan untuk materi-materi yang mengandung fakta-fakta, sila-sila, rukun-rukun atau prinsip-prinsip dan definisi-definisi.
c)    Strategi ini mudah digunakan ketika peserta didik harus mempelajari materi yang bersifat menguji pengetahuan kognitif.
d)   Strategi ini cocok untuk memulai pembelajaran sehingga peserta didik akan terfokus perhatiannya pada istilah dan konsep yang akan dikembangkan dan yang berhubungan dengan mata pelajaran untuk kemudian dikembangkan menjadi konsep atau bagan pemikiran yang lebih ringkas.
e)    Strategi ini memungkinkan siswa belajar lebih aktif, karena memberikan kesempatan mengembangkan diri, diharapkan mampu memecahkan masalah sendiri dengan menemukan dan bekerja sendiri.
Di samping memiliki kelebihan, strategi PQ4R juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
a)    Jika PQ4R digunakan sebagai strategi pembelajaran pada setiap materi pelajaran, maka guru akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
b)   Dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang ditentukan.
c)    Menuntut para guru untuk lebih menguasai materi lebih luas lagi dari standar yang telah ditetapkan.










BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Dari penjelasan diatas tentang keterampilan belajar yaitu ; menulis untuk belajar, peta konsep, dan metode PQ4R, maka dapat disimpulkan sesuai dengan tujuan di buatnya makalah ini, yaitu bahwa :
1.    Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca langsung lambang- lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu.
2.    Adapun yang dimaksud peta konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsep-konsep lain pada kategori yang sama.
3.    Berdasarkan pendapat di atas dapatlah dikemukakan langkah-langkah dalam pembuatan peta konsep sebagai berikut :
a.    Memilih suatu bahan bacaan
b.    Menentukan konsep yang relevan
c.    Mengurutkan konsep-konsep dari yang inklusif ke yang kurang inklusif
d.    Menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan
4.    Cara menerapan metode PQ4R adalah seperti yang sudah dijelaskan diatas
5.    Kelemahan dan keunggulan dari metode PQ4R sakah satunya adalah
a)    keunggulan-keunggulan strategi PQ4R yaitu:
b)   Cocok untuk kelas besar dan kecil.
c)    Dapat digunakan untuk materi-materi yang mengandung fakta-fakta, sila-sila, rukun-rukun atau prinsip-prinsip dan definisi-definisi.
Di samping memiliki kelebihan, strategi PQ4R juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
a)      Jika PQ4R digunakan sebagai strategi pembelajaran pada setiap materi pelajaran, maka guru akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
b)      Dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang ditentukan.




DAFTAR PUSTAKA
Tarigan, Henry Guntur, 1986. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:
Penerbit Angkasa.
Suparno. 2002. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Depdiknas-UT

Tarigan, H.G. 1987. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan